Kominfo Antisipasi Fenomena Misinformasi di Masyarakat Jelang Pemilu 2024

Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes mengatakan bahwa misinformasi sudah terjadi jelang Pemilu 2024. Dirinya menyebut, terjadinya misinformasi tersebut, setelah pihaknya melakukan observasi sederhana penyebaran pemberitaan tentang Pemilu 2024.

“Kita melakukan observasi sederhana, mendeteksi penyebaran misinformasi itu sudah di mulai. Meski, penyebaran misinformasi tersebut masih terbilang rendah, tapi sudah dimulai,” katanya.

ia juga menyoroti, kasus misinformasi yang terjadi pada Pemilu 2014 dan 2019. Arya menilai bahwa misinformasi itu lebih banyak mengarah kepada Jokowi, bahkan sampai menciptakan polarisasi di masyarakat.

“Pemilu 2014 dan 2019, pemilu sebelumnya tren penyebaran informasi sangat tinggi, polarisasi di masyarakat juga tinggi. Ketika itu, pak Jokowi jadi sasaran misinformasi paling banyak,” ujarnya.

Arya menjelaskan bahwa CSIS mendapatkan data soal misinformasi melalui mesin pencarian Google, yakni pada fitur Google Trends untuk mencari isu paling banyak dicari masyarakat.

“Kami kemudian melihat seberapa besar isu itu melusuri Google Trends. Pencarian masyarakat Maret-Mei (2023) mengalami penurunan, Juni naik, karena isu pemilu di dorong dari manuver politik Presiden Jokowi,” jelasnya.

 

(*)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Bentuk Solidaritas, Warga Palmerah Ramai-Ramai Pasang Bendera Palestina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *